Pergi!
Sudah ribuan hari
Tak kunjung bayangmu menghilang
Melebur bersama kenangan
Yang pahitnya tak karuan
Aku sudah mencoba mengiklaskan
Tapi entah kenapa, sesak selalu melanda
Dengan mudahnya,
Kau bangun persinggahan lagi setelah aku pergi
Kau bangun persinggahan lagi setelah aku pergi
Tapi aku, tetap kukuh untuk menyendiri.
Aku ini bodoh atau apa?
Membiarkan perasaanku menderita dan terlunta
Menyayat dengan segenap nyata.
Ahh, kau ini laki-laki yang tak tahan sendiri
Tanpai pikir lagi, kau ganti sepi dengan hati yang baru lagi
Beda dengan aku yang nekat ini.
Bagiku, Sepi bukan menjadi hal yang asing lagi
Tapi aku sudah menikmati
Kutikam sepi lalu kujadikan tangis yang ngeri.
Hai yang diam-diam masih ku nanti
Masihkah kau ingat janji yang pernah kita tuai?
Bertanda tangan lengkap dengan selembar materai
Menyatakan akan baik-baik saja apabila kita bertikai
Yasudahlah, kita batalkan saja janjinya. Toh itu tak
berarti.
Kang, jalan hidup kita mungkin sudah berbeda
Tapi bukankah pertemanan kita berlangsung selamanya?
Taukah, Kita bagaikan dua buah garis lurus yang takkan pernah
bersinggungan
Kita adalah sepasang insan yang takkan pernah berurusan,
Lagi.
Yah, betapa kecewanya
Tak dapat seakrab seperti dulu lagi
Tak dapat bertukar cerita denganmu lagi
Tak dapat tertawa dengan canda gilamu lagi
Hei,kang
Sebenarnya Banyak sekali hal yang ingin aku ceritakan
Rasa sakitku, perjuanganku, kepedihanku, kebahagiaanku
Dan masih banyak yang lainnya.
Sudah hampir dua tahun aku merakit hati yang hancur
Tapi sampai saat ini masih ada puing-puing yang kau curi
Masih ada perekat yang kau bawa
Masih ada secuil partikel yang kau sembunyikan
Hentikan permainan ini, mari kita mulai kembali.
Kang, jujur aku rindu senyummu.
Nb: Ini adalah puisi yang aku buat untuk someone juga. Saya lupa persis buatnya kapan karena memang tidak ada keterangan tanggal. Tapi sepertinya tahun 2017. Untuk klarifikasi saja, puisi tersebut sudah tidak relate dengan perasaan saya yang sekarang. Tidak ada relasi sama sekali. saya hanya ingin mengepost karya saya di blog ini hehe
.
Review : Dari puisi diatas keliatan banget penulis selalu keppo tentang kehidupannya yang dimaksud. hahah ya gimana dulu masih sayang. Duluuu ini ya. ya lucu, ketawa sendiri kalo baca ini. Gapapa lah, harus diapresiasi ini adalah sebuah karya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar