Kau Kemanakan Keindahanku
Oleh : Barokatul
Mas’udah
Alamku bernyanyi
Lantunkan senandung kasih
Dendangkan kicauan kicauan yang memenuhi sudut
semesta
Ciptakan keteduhan yang tak bisa terbayarkan
Kau tunjukkan sketsa natural yang entah kau dapatkan
darimana pensil warna yang menghiasimu
Sepoy angin yang selalu menerpa,sedikitpun tak
merubah esensimu
Deras hujan yang berkunjung, selalu kau sambut
dengan berjuta inovasi dan ide cemerlangmu
Ah...semua terlihat selalu baik baik saja
Seakan tak adapeperangan semesta
Tapi sayang..
Itu hanya realita ratusan tahun yang lalu
Masa dimana alam ini masih memiliki hak untuk
berbangga pada dirinya sendiri
Masa dimana semesta ini bebas berekspresi dan berinovasi
Masa diamana sebagian manusia memiliki rasa
kemanusiaan untuk menghidupkan alam ciptaanNya
Dan sekarang alamku menangis,
alamku berduka
alamku berduka
Dimanakah makhluk yang layak disebut manusia?
Wahai penghuni semesta
Alam membutuhkanmu,
Alam merindukanmu,
Alam mencarimu
Sekarang lihatlah..
Perseteruan antara hutan dan bumi yang sudah tak
dapat dikompromi lagi
Hingga muncullah banjir sebagai produksi
Terjadilah tanah longsor yang membuat resah para
pribumi
Ah..belum lagi kejadian yang satu ini
Si jago merah melahap ribuan tanah yang tak
bersalah.
Kau tebang,lalu kau biarkan gersang
Kau bakar, lalu kau berkoar-koar menyalahkan tuhan
dengan dalih tuhan yang menginginkan semua ini terbakar.
dengan dalih tuhan yang menginginkan semua ini terbakar.
Ah..manusia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar