Jumat, 03 April 2020

puisi Alam


Kau Kemanakan Keindahanku
Oleh : Barokatul Mas’udah


Alamku bernyanyi
Lantunkan senandung kasih
Dendangkan kicauan kicauan yang memenuhi sudut semesta
Ciptakan keteduhan yang tak bisa terbayarkan
Kau tunjukkan sketsa natural yang entah kau dapatkan darimana pensil warna yang menghiasimu
Sepoy angin yang selalu menerpa,sedikitpun tak merubah esensimu
Deras hujan yang berkunjung, selalu kau sambut dengan berjuta inovasi dan ide cemerlangmu
Ah...semua terlihat selalu baik baik saja
Seakan tak adapeperangan semesta
Tapi sayang..
Itu hanya realita ratusan tahun yang lalu
Masa dimana alam ini masih memiliki hak untuk berbangga pada dirinya sendiri
Masa dimana semesta ini  bebas berekspresi dan berinovasi
Masa diamana sebagian manusia memiliki rasa kemanusiaan untuk menghidupkan alam ciptaanNya
Dan sekarang alamku menangis,
alamku berduka
Dimanakah makhluk yang layak disebut manusia?

Wahai penghuni semesta
Alam membutuhkanmu,
Alam merindukanmu,
Alam mencarimu

Sekarang lihatlah..
Perseteruan antara hutan dan bumi yang sudah tak dapat dikompromi lagi
Hingga muncullah banjir sebagai produksi
Terjadilah tanah longsor yang membuat resah para pribumi
Ah..belum lagi kejadian yang satu ini
Si jago merah melahap ribuan tanah yang tak bersalah.
Kau tebang,lalu kau biarkan gersang
Kau bakar, lalu kau berkoar-koar menyalahkan tuhan 
dengan dalih tuhan yang menginginkan semua ini terbakar.
Ah..manusia
Memang begitulah wataknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Karangan

Judge Mental Beberapa hari lalu, bahkan hari ini masih menjadi sorotan tajam dan perbincangan yang hangat tentang kasusu prostitusi onl...